0 Comment

Untuk bekerja di ketinggian setiap pekerja wajib mengetahui alat pelindung diri APD untuk bekerja di ketinggian untuk menghindari bahaya jatuh yang berakibat fatal. Di indonesia saat ini bisa dikatakan masih banyak pekerja yang tidak peduli dengan bahaya yang bisa mereka temui saat bekerja di ketinggian. Tapi itu bukan semata-mata kesalahan dari pekerja saja, perusahaan atau kontraktor juga terkadang tidak memperdulikan keselamatan pekerja. Harus nya pihak perusahaan mewajibkan penggunaan APD kepada setiap pekerja yang bekerja di ketinggian dan menyiapkan perlengkapan alat pelindung diri untuk bekerja di ketinggian.

Apa yang dimaksud dengan bekerja di ketinggian?

Yang dimaksud dengan bekerja di ketinggian adalah "bekerja di atas 1,8 meter atau 2 meter dari permukaan tanah" sudah dikategorikan bekerja di ketinggian. Jika pekerjaan yang dilakukan sudah mencapai ketinggian 1.8 meter keatas maka wajib bagi pekerja menggunakan standar alat pelindung diri seperti Safety Belt, Full Body Harness, Shock Absorber, Lanyard, Anchor point (anchor), Fall arrestor (rope grab), Lifeline dan Retractable lifeline. Dan perusahaan/kontraktor wajib menyediakan semua alat untuk bekerja di ketinggian tersebut.

Alat-alat (APD) Untuk Bekerja di Ketinggian

  1. Hand Gloves artinya adalah sarung tangan, gunakan sarung tangan yang sesuai dengan propesi pekerjaan anda ketika bekerja di ketinggian
  2. Coverall atau Wearpack adalah baju kerja khusus untuk pekerja, umum nya wearpack berbentuk baju terusan (menyatu antara celana dan baju) dan memiliki bahan yang lebih tebal.
  3. Safety Shoes adalah sepatu sefety atau sepatu pengaman, ciri ciri nya memiliki tapal yang keras di bagian atas jari kaki untuk melindungi kaki dari terjepit atau tertimpa beban yang berat dan keras.
  4. Safety Glasses adalah kaca mata pelindung khusus pekerja untuk menghindari debu atau percikan material kerja masuk ke mata sehingga menyebabkan pekerja kehilangan keseimbangan dan terjatuh ketika bekerja di ketinggian.
  5. Safety Helmet adalah helem pelindung kepala untuk menghindari kecelakaan kerja seperti tertimpa benda keras.
Selain dari ke-lima alat pelindung diri atau APD diatas, masih ada lagi alat-alat (perlengkapan) yang wajib di gunakan untuk bekerja di ketinggian yaitu perlengkapan "Sistem Perlindungan Diri dari Bahaya Jatuh dari Ketinggian" ketika sedang bekerja yaitu:
Alat-alat (APD) Untuk Bekerja di Ketinggian
Contoh Alat-alat Pelindung Diri (APD) Untuk Bekerja di Ketinggian
#1. Safety Belt - Fungsi dari safety belt sama seperti fungsi full body harness bedanya secara penggunaan alat pelindung jatuh ini (Safety Belt) hanya dikaitkan ke bagian pinggang pekerja saja dan bagian lanyard dikaitkan ke anchor. Safety belt sebaiknya tidak dipergunakan untuk pekerjaan yang memungkinkan pekerjanya bisa terjatuh dari ketinggian.

#2. Full Body Harness - Full Body Harness merupakan alat yang paling wajib digunakan ketika sedang bekerja di ketinggian. Penggunaan full body harness bermanfaat untuk mengurangi risiko cedera fatal akibat terjatuh dari ketinggian. Full body harness didesain untuk melindungi seluruh bagian tubuh pekerja seperti bahu, paha bagian atas, dada, dan panggul, sehingga lebih aman saat bekerja di ketinggian. Penggunaan full body harness dilengkapi D-Ring yang terletak di belakang dan dapat dipasangkan ke lanyard, lifeline, dan komponen lain yang kompatibel dengan body harness.

#3. Lanyard - Lanyard merupakan tali pengikat yang berfungsi untuk menahan guncangan bila pekerja terjatuh bebas ukuran Lanyard biasa-nya ber ukuran pendek dengan panjang maksimum 1,2 meter. Sebaiknya pasang lanyard/ pasang hook di atas atau sejajar dengan dada dengan tujuan untuk mengurangi jarak vertikal atau jarak jatuh tubuh pekerja. Sebuah lanyard selalu diposisikan antara anchor point dan body harness.

#4. Shock Absorber - Shock absorber atau peredam kejut didesain untuk menyerap energi kinetik dan mengurangi tekanan yang timbul akibat terjatuh. Alat penahan jatuh dari ketinggian ini memiliki tiga fungsi yaitu:
  1. Mengurangi kekuatan tekanan maksimal dalam menahan tubuh pekerja saat terjatuh
  2. Mengurangi atau mencegah kerusakan komponen fall arrest systems (sistem penahan jatuh)
  3. Mengurangi kekuatan tekanan pada anchor.
Shock absorber umumnya diproduksi secara terpisah atau dirancang menyatu dengan lanyard. Menurut standar CSA Z259.11, shock absorber dapat meningkatkan panjang lanyard hingga 1,2 meter ketika menerima beban 100 kg dan jatuh dari ketinggian 1,8 meter.

#5. Fall arrestor (rope grab) - Perangkat ini digunakan untuk melindingi pekerja ketika sedang melakukan perpindahan tempat atau bergerak secara vertikal, biasanya berjarak cukup panjang. Bila pekerja bergerak ke atas, maka rope grab akan ikut bergerak naik mengikuti gerakan pekerja, tetapi bila pekerja tersebut tiba-tiba terjatuh, maka perangkat ini secara mekanik akan mencengkeram lifeline.

#6. Lifeline - Lifeline didefinisikan sebagai tali pengaman fleksibel yang terbuat dari serat, kawat, atau anyaman. Lifeline ini biasanya dikaitkan pada anchor point. Standar Lifeline harus memiliki kekuatan daya tarik minimum 2,75 ton atau setara dengan diameter tali 60 mm. Lifeline dapat dipasang secara vertikal atau horizontal, tergantung kebutuhan.

#7. Anchor point (anchor) - Setiap pekerja pekerja harus memastikan bahwa anchor yang tersambung pada lifeline dan/atau  lanyard harus kuat sebelum bekerja (memulai pekerjaan) di ketinggian, Posisi Anchor point harus stabil dan lokasinya sudah sesuai (memungkinkan). Jika penggunaan anchor diperuntukkan sebagai pelindung/ penahan pekerja dari kemungkinan terjatuh, anchor harus mampu menahan beban setidaknya 3,5 kN (363 kg) atau setara dengan empat kali berat pekerja. Sedangkan, jika  penggunaan anchor sebagai penahan saat terjatuh, anchor harus mendukung setidaknya 22 kN (2,5 ton).

#8. Retractable lifeline - Cara kerja retractable lifeline hampir sama seperti cara kerja seat belt mobil. Ketika pekerja melakukan gerakan vertikal atau horizontal, maka lifeline akan memanjang atau menarik kembali ke kondisi semula secara otomatis dan akan mengunci apabila terjadi tarikan secara tiba-tiba (pekerja terjatuh).


Nah, demikian sedikit pengetahuan kita tentang K3 untuk bekerja di ketinggian, sebaik nya gunakan lah alat-alat pelindung diri seperti diatas ketika sedang bekerja di ketinggian. Ingat Utamakan keselamatan kerja "Safety First" keselamatan paling utama karena keluarga anda sedang menunggu anda di rumah. Semoga dasar-dasar K3 ini atau pembahasan mengenai "Alat-alat (APD) Untuk Bekerja di Ketinggian" ini betmanfaat dan dapat diterapkan saat sedang bekerja. Salam sukses buat anda.

Post a Comment Subscribe

Note: Subscribe terlebih dahulu untuk memposting komentar, Kami akan segera kembali untuk meninjau dan menanggapi respon dari anda.

Top